"Saya nggak punya akses ke sana (1808). Jadi belum tahu. Tamu dan pengunjung kita arahkan menginap di lantai lain," kata Marketing and Communication Manager Hotel JW Marriott, Ina Ilmiaviatta di Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (29/7/2009).
Ina mengatakan, kamar itu disewa teroris seharga US$ 140 per malamnya. Tingkat okupansi yang menginap di Hotel JW Marriott tidak sebanyak sebelum kejadian ledakan yang telah menewaskan 9 orang tersebut meski semua kamar sudah dibuka. Meski tidak sebanyak sebelumnya, pihak hotel tidak melakukan promosi apapun. Hanya memberikan dining package dan spa package.
Ina mengatakan, tunol atau terowongan yang menghubungkan kedua hotel bintang lima tersebut sampai saat ini masih ditutup. "Kurang tahu kenapanya. Yang jelas masih ditutup sementara waktu," tegasnya.
Sedangkan untuk restoran JW Lounge sedang dilakukan perbaikan. "Secepatnya dan ada perubahan konsep," tuturnya.
(gus/ndr)










































