Obama Perpanjang Sanksi Terhadap Myanmar

Obama Perpanjang Sanksi Terhadap Myanmar

- detikNews
Rabu, 29 Jul 2009 15:55 WIB
Obama Perpanjang Sanksi Terhadap Myanmar
Washington - Presiden AS Barack Obama memperpanjang sanksi terhadap Myanmar. Ini dilakukan di tengah persiapan junta militer Myanmar menjatuhkan vonis terhadap pemimpin demokrasi Aung San Suu Kyi.

Dalam statemen singkat Gedung Putih disebutkan, Obama menandatangani RUU yang telah disetujui Kongres yang akan memperpanjang sanksi terhadap semua impor dari Myanmar selama 3 tahun. Sanksi tersebut termasuk larangan impor mutiara Myanmar. Bagi junta militer Myanmar, perdagangan permata merupakan sumber penting pendapatan mereka. Sanksi-sanksi tersebut tadinya akan berakhir pekan ini.

Anggota Kongres Joseph Crowley mengatakan, junta di Myanmar harus dihentikan. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP , Rabu (29/7/2009).

"Kita harus memperlihatkan pada rezim militer sekarang yang berkuasa dengan tangan besi di Burma bahwa ada konsekuensi atas tindakan-tindakan mereka," cetus Crowley dari Partai Demokrat.

Crowley mengecam "kampanye brutal Myanmar terhadap rakyatnya sendiri" yang telah menimbulkan masalah pengungsi. Apalagi rezim Myanmar juga telah melarang Sekjen PBB Ban Ki Moon menemui Suu Kyi saat berkunjung ke negeri itu belum lama ini.

Suu Kyi telah ditahan 13 tahun dari kurun waktu 19 tahun terakhir sejak junta menolak mengakui kemenangan mutlaknya dalam pemilihan umum Myanmar tahun 1990.

Pengadilan Myanmar akan menyampaikan putusannya atas kasus Suu Kyi pada Jumat, 31 Juli mendatang. Jika terbukti bersalah atas dakwaan melanggar aturan penahanan rumahnya, peraih Nobel Perdamaian itu terancam hukuman penjara maksimum 5 tahun.

(ita/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads