Keputusan soal prioritas vaksin flu babi itu akan diputuskan para pakar vaksin dalam pertemuan Advisory Committee on Immunisation Practices pada Rabu, 29 Juli waktu setempat.
"Saya pikir pada hari ini kita akan mendapatkan ketegasan siapa yang akan direkomendasikan menerima vaksin H1N1," kata Tom Skinner, juru bicara badan kesehatan pemerintah AS, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) seperti dilansir Reuters, Rabu (29/7/2009).
Pemerintah AS telah memesan 195 juta dosis vaksin flu babi. Kemungkinan vaksin flu tipe baru tersebut akan tersedia pada September-Oktober mendatang.
Ada lima perusahaan yang membuat vaksin H1N1 untuk pasar AS, yakni unit MedImmune AstraZeneca, CSL Ltd Australia, GlaxoSmithKline Plc, Novartis AG dan Sanofi-Aventis SA.
Virus flu babi saat ini telah menyebar begitu cepat dan luas. Sampai-sampai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun berhenti melakukan penghitungan kasus per negara.
Para pakar kesehatan mengkhawatirkan flu babi akan kian memburuk, khususnya saat flu musiman dimulai pada musim gugur nanti.
(ita/iy)











































