"Akan dicek, sebagai bahan tim investigasi," ujar Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Sulistyo Ishak, kepada detikcom , Rabu (29/7/2009). Statemen itu antara lain muncul di http://mediaislam-bushro.blogspot.com.
Saat ditanya langkah selanjutnya, Ishak belum bersedia berkomentar. "Akan dicek dulu," ujarnya.
Pesan yang beredar di internet menamakan diri sebagai kelompok Tandzim Al Qo'idah Indonesia. Sejumlah salah ketik terdapat dalam statemen itu seperti Manchester United ditulis Mancester United. Kelompok ini mengaku pelaku bom 17 Juli 2009 yang menewaskan 9 orang.
(ddt/nrl)











































