Warga yang menjadi korban berusaha untuk melawan. Namun, usaha mereka sia-sia.
"Saya sedang memasak, tiba-tiba ada serombongan satpol PP bawa 2 bego (alat
berat-red) langsung merobohkan rumah-rumah," kata salah satu korban, Rumisnah (65) yang masuk di RT 4/3, di lokasi penggusuran, Rabu (29/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau masuk area TPU, batasnya mana. Mereka nggak bisa memberi penjelasan," ucap Maman (45) salah satu warga yang menolak pindah.
Akibat penggusuran ini, ratusan rumah warga rata dengan tanah. 1600 jiwa kehilangan tempat tinggal. Mereka menyatakan akan tetap bertahan dan membangun gubuk mereka seperti yang terjadi 6 tahun lalu.
"2003 kami digusur. Tapi kami, ya, membangun lagi. Ini tanah kami beli kok," ucap Manan.
Hingga pukul 13.00 WIB penggusuran masih berlangsung. Luas area yang tersebar membuat petugas dengan 2 alat berat lambat bekerja. Mereka harus memastikan terlebih dahulu rumah yang akan dirobohkan sudah tidak berpenghuni.
(Ari/irw)











































