Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda mengatakan, ada 94 serangan terorisme mulai dari wilayah Asia, Pakistan, Cina Utara sampai Indonesia sejak Juli 2008 hingga Juli 2009.
Dikatakan dia, sebagian besar serangan teroris lebih banyak Pakistan dan Afghanistan.
"Semua negara tahu kalau ada serangan teroris dan warga negara asing terbunuh atau terluka akan menjadi perhatian. Kalau kita lihat peta dari Asia Barat hingga Asia Tenggara, ada kesan serangan teroris di sana dianggap sebagai intensitasnya relatif lebih tinggi," kata Hassan di Departemen Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2009).
Hassan menuturkan, aksi teroris bersifat regional sejak tahun 2002 atau bahkan sebelumnya. Pelakunya beragam ada dari Malaysia, Indonesia, dan pelatihannya ada di Filipina.
Oleh karena itu, menurut Hassan, kerjasama regional dan internasional sangat diperlukan terutama mengedepankan kerjasama diplomasi intelijen tentang jaringan atau keberadaan teroris.
Kedua, lanjut dia, penguatan kapasitas kepolisian termasuk Densus 88.
"Kerjasama kita tingkatkan baik latihan bersama dan peralatan yang canggih untuk proses deteksi," ujar Hassan.
(aan/iy)











































