“Kami masih melakukan pencarian. Hingga kini belum ada kepastian, apakah kapal itu hilang atau bagaimana. KM Tiberias berangkat sejak tanggal 10 Juli lalu,” ujar Kapolres Maluku Tengah AKBP Eko Widodo, saat dihubungi detikcom, Selasa (28/7/2009).
Dari pencarian yang dilakukan pihaknya, kata Eko, pihaknya sempat menemukan sebuah jaring ikan yang hanyut di sekitar perairan desa Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Maluku Tengah terus melakukan proses pencarian.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polres Seram Bagian Barat, agar dapat membantu melakukan pencarian di perairan Seram Barat. Pihak keluarga juga sedang melakukan pencarian,” ungkapnya.
Dikatakan, dugaan hilangnya kapal nelayan itu karena jarak tempuh dari desa Wahai ke desa Lisabata Barat, hanya memakan waktu tiga jam.
“Ini sudah seminggu lebih tapi belum juga sampai di Desa Lisabata,” kata dia.
Dugaan hilangnya kapal nelayan ini, tambah Eko, diketahui setelah, pihak keluarga ABK, mendatangi Polres untuk melaporkan jika kapal nelayan itu, belum juga sampai di Desa Lisabata, sejak keberangkatannya pada 10 Juli lalu.
(han/nwk)











































