Logat Melayu Tetap Lengket Pada 'Noordin M Top'

Logat Melayu Tetap Lengket Pada 'Noordin M Top'

- detikNews
Selasa, 28 Jul 2009 10:56 WIB
Logat Melayu Tetap Lengket Pada Noordin M Top
Jakarta - Noordin M Top sudah bertahun-tahun berada di Indonesia. Ia sudah pandai berbahasa Indonesia, namun logat buronan teroris nomor satu itu tidak pernah berubah. Logat pria asal Malaysia itu tetap Melayu.

Demikian pengakuan Arina Rahmah (23), seperti dituturkan pengacaranya, Asludin Hatjani, saat dihubungi detikcom melalui telepon, Selasa (28/7/2009).

Arina, ibu 2 anak asal Cilacap, Jawa Tengah diduga kuat menjadi istri Noordin M Top. Kepada Arina, Noordin mengaku bernama Abdul Halim. Namun ada 3 foto Noordin yang disodorkan polisi dikenali Arina mirip suaminya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Abdul Halim ada kemiripan dengan Noordin, salah satu cirinya jenggotnya," terang Asludin.

Asludin menuturkan, hal itu disampaikan Arina saat perempuan itu diperiksa penyidik Mabes Polri dan ditanyakan mengenai keseharian suaminya tersebut.

Arina dinikahkan oleh ayahnya, Baridin, dengan Abdul Halim pada 2006 silam. Sebelumnya dia tidak kenal sama sekali dengan suaminya itu. Saat itu, dia dipanggil pulang kala tengah belajar di Yogyakarta.

"Suaminya mengaku orang Makassar. Ibu Arina hanya dijodohkan bapaknya," terang Asludin.

Arina, kini dikarunia 2 orang anak. Diperiksa polisi di Jakarta di sebuah tahanan khusus dengan dikawal 5 polisi wanita, ibunya Dwi Astuti dan 2 anaknya ikut bersama dia. Terakhir dia berjumlah dengan suaminya pada Maret 2009 lalu.

"Suaminya sering pergi keluar kota, alasannya menjadi humas di sebuah pesantren di Makassar, kadang 1-2 minggu pergi dan yang paling lama 6 bulan. Saat pergi jauh itu kadang mereka berkomunikasi melalui surat yang dititipkan suaminya ke ayahnya Baridin dan kadang juga melalui telepon," urai Asludin.

Arina mengaku dirinya tidak tahu sama sekali bila suaminya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Alasannya bila berada di rumah, tidak ada hal khusus yang disampaikan suaminya itu.

Sementara mengenai ayahnya, Baridin, Arina mengaku terakhir bertemu saat ada acara keluarga di Ngawi, Jawa Timur sekitar Juni 2009. Setelah itu Baridin pergi dengan alasan hendak ada urusan. "Sehari-hari Baridin mengajar di pesantren dan menjadi petani," tutup Asludin.

(ndr/iy)


Berita Terkait