"Saya memeluk ketiga anak saya, tapi suami saya malah dengan beringasnya memukul saya," kata korban Mimi Marlina (39), usai melapor ke Mapolres Jakarta Selatan, Jalan Wijaya II, Jakarta Selatan, Senin malam, (27/7/2009).
Kejadian berawal sejak Mimi kehilangan 3 anaknya, Farhan (8), Putri(6) dan Jovan (4), selama 10 hari karena diambil paksa suami. Lantas pada 22 Juli 2009, ketika Mimi hendak menjemput anaknya di SD di daerah Tebet, ia melihat anaknya sudah berada di mobil pelaku. Maka korban langsung menarik anaknya.
"Tak lama pelaku marah dan mengancam saya dengan kata-kata kasar, dibantu pembantu dan sopirnya. Dan pembantu langsung meremas payudara saya. Hingga saya merasa kesakitan, tak lama kemudian sopir ikut mendorong saya hingga terjatuh ke tanah. Perut saya diinjak diduduki oleh suami," ujar Mimi sambil menahan tangis.
Posisi suaminya yang menjabat sebagai petinggi perusahaan tersebut ternyata tak berpengaruh atas perilakunya. Pria yang telah menikahi Mimi sejak tahun 2000 ini dilaporkan juga ke polisi kerap memukul berulang kali sambil mencekik. Sehingga Mimi langsung memeluk anaknya agar tidak terkena pukulan suaminya.
"Kalau saya masih memikiran anak-anak. Tapi ingin dia menceraikan saya," ujarnya seraya menunjukan bekas darah di bajunya. (asp/mad)











































