Penelusuran detikcom menunjukkan bahwa kabar tersebut tidak berdasar. Tidak ada kebijakan pemerintah Belanda berupa regulasi terkait pelarangan Skype seperti diberitakan.
Yang sebenarnya terjadi adalah ada anggota parlemen menanyakan kepada pemerintah c.q Deputi Menteri Ekonomi mengapa para pengguna iPhone tidak bisa menggunakan Skype dan produk berbasis Voip lainnya, melalui jaringan 3G.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan bahwa apa yang ditanyakan itu terjadi karena iPhone memang tidak mendukung penggunaan Skype melalui jaringan mobile 3G, sedangkan sebagian besar smartphone lainnya yang beredar di Belanda justru sebaliknya mendukung.
Menurut Heemskerk, meskipun ada perusahaan penyedia telekom yang memberlakukan restriksi penggunaan Voip seperti Skype dan sejenisnya dalam jaringan mereka, namun konsumen tetap punya banyak pilihan.
Pemain besar T-Mobile misalnya, tidak memberlakukan restriksi seperti itu. Vodafone memberlakukan restriksi hanya pada abonemen flat free, tapi tidak untuk abonemen dengan sistem bayar per satuan waktu. Sedangkan KPN hanya memberlakukan restriksi untuk kombinasi abonemen mobile data.
Disebutkan juga bahwa pelarangan Skype dan sejenisnya dalam beberapa varian abonemen itu tidak mempengaruhi iklim persaingan. Oleh sebab itu OPTA, watchdog telekom Belanda, juga tidak punya alasan untuk mengambil tindakan.
"Konsumen yang ingin menggunakan Skype dan sejenisnya punya pilihan bebas untuk mengambil smartphone atau abonemen yang cocok untuk itu," demikian Heemskerk.
Untuk penggunaan Skype dan sejenisnya melalui jaringan non-mobile, alias koneksi internet biasa, tidak ditanyakan parlemen karena konsumen tetap bebas menggunakannya.
(es/es)











































