Menurut sumber detikcom, Noordin M Top pernah tinggal di rumah Hendrawan (50), buronan asal Singapura yang telah tertangkap di Solo oleh Densus 88 Anti Teror 21 Juni 2009 lalu itu.
Selama kurang lebih enam bulan buronan asal Malaysia itu menempati rumah di Perum Citra Pesona Buring Blok D 6/18, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, sebelum mengontrak di Batu Juni 2008 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tepatnya pada bulan keenam tahun 2008 lalu, Noordin mulai tinggal di rumah tersebut. Itu semua hasil keterangan dari jaringan Noordin yang sudah tertangkap," ujar sumber berpangkat kapten infantri ini.
Ditambahkan dia, selama itu juga Noordin diduga kuat pernah mengadakan pertemuan dengan Hendrawan dan para pelaku teroris lain di rumah itu.
Ditanya model penyamaran Noordin dalam persembunyian di Kota Malang, lelaki bertubuh kekar ini enggan menjabarkan, demi kepentingan penyelidikan. "Jelas mereka melakukan penyamaran selama di sini (Malang,red)," jelasnya.
Sementara itu Danrem 083 Baladhika Jaya Kolonel Infantri Ferdinand Setiawan ditemui detikcom, ketika menghadiri lauching Samsat Corner di Malang Olympic Garden (MOG), Senin siang, menuturkan, Malang sangat mungkin menjadi tempat persembunyian para pelaku teroris.
Jika dilihat dari kondisi geografis, wilayah Malangcocok untuk tempat peristirahatan. Makanya pada tahun 2005, gembong pelaku terorisme yaitu Dr Azahari diketahui berada di Malang dan berhasil digerebek di tempat persembunyiannya di Batu.
"Malang ini cocok untuk istirahat. Bagi mereka (teroris) sangat mungkin tinggal di sini untuk istirahat atau merancang rencana," katanya.
Menurut Ferdinand,Β saat ini pantauan ketat di seluruh wilayah Malang telah dilakukan, baik itu Kabupaten/Kota Malang dan Kota Batu, terutama di wilayah pemukiman penduduk. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi masuknya para pelaku teroris dan menyusup di lingkungan masyarakat.
"Makanya kini perketat pengawasan sejak di tingkat RT dan RW. Agar tidak lagi ditemukan para pelaku terorisme menyusup dan tinggal di Malang," tegasnya.
(gik/ndr)











































