Seperti yang terjadi siang ini, Senin (27/7/2009). Seorang ibu muda asal Purbalingga, Jawa Tengah, nekat ingin bertemu SBY.
"Pak, saya jauh jauh dari Purbalingga ingin bertemu Pak SBY," kata ibu muda itu sembari menunjukkan KTP-nya kepada personel Paspampres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan ramah, petugas Paspampres menjelaskan prosedur resmi jika ingin bertemu dengan SBY.
"Nggak bisa Bu, saya nggak ngurusi seperti ini. Kalau mau bertemu, daftar dulu di Kantor Setneg," tutur petugas Paspampres mencoba menjelaskan.
Sang ibu tersebut tetap nekat ingin bertemu SBY, entah apa yang hendak dia lakukan jika bertemu dengan SBY. "Saya ke sini bawa anak, jauh jauh dari Purbalingga," jawab sang ibu dengan logat khas ngapaknya.
Ibu itu lantas diam. Saat ditawari nasi kotak oleh Paspampres pun dia menolak. Tak lama kemudian, air matanya berlinang. Dia pun pergi sambil terus menangis.
"Saya datang ke sini mau minta bantuan. Anak saya menderita gizi buruk, usianya 6 tahun bobotnya cuma 6 kilogram. Tinggal tulang saja," ceritanya kepada detikcom.
Β
Sebelumnya, seorang pria asal Jawa Timur juga bela-belain naik ojek cuma ingin lihat
rumah SBY.
"Saya pendukungnya dari Jawa Timur mau lihat rumah Pak SBY," kata pria paruh baya di atas ojek yang dia sewa. Petugas pun mempersilakan pria tersebut melihat rumah SBY dari dekat.
Menurut salah seorang penjaga pintu gerbang Puri Cikeas, setiap hari ada saja orang yang ingin bertemu SBY atau sekadar melihat rumahnya.
"Tadi malam ada dua mobil yang membawa ibu-ibu pengen lihat rumah Pak SBY. Tapi kita jelaskan kepada mereka dengan baik-baik," pungkas petugas tersebut.
(anw/nrl)











































