Anak-anak Jadi Pengebom karena Diperalat Hingga Ikut-ikutan

Bom JW Marriott & Ritz-Carlton

Anak-anak Jadi Pengebom karena Diperalat Hingga Ikut-ikutan

- detikNews
Senin, 27 Jul 2009 12:15 WIB
Anak-anak Jadi Pengebom karena Diperalat Hingga Ikut-ikutan
Jakarta - Polisi menduga pelaku pengeboman Hotel JW Marriott berusia antara 16-17 tahun. Diduga, anak-anak dapat terlibat terorisme karena diperalat oleh kelompok tertentu.

"Pertama bisa diperalat oleh komunitas atau kelompok tertentu untuk kepentingan politik sesaat," kata Mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Pemerhati Anak, Giwo Rubianto Wiyogo dalam surat elektronik kepada detikcom, Senin (27/7/2009).

Kemungkinan kedua, anak-anak tersebut mendapat pola asuh dan pendidikan soal agama yang kurang tepat. Akibatnya, terorisme tumbuh subur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika nilai-nilai ajaran agama universal yang diberikan kepada siswa tentu tidak mungkin terorisme akan subur dengan baik. Tetapi jika pemahaman parsial, tekstual dan idiologis yang diajarkan, maka mendorong faham radikalisme menjadi berkembang," kata Giwo.

Kemungkinan ketiga karena proses imitasi atau karena sekadar ikut-ikutan di lingkungannya. "Oleh karena itu, atas nama kemanusiaan dan kemaslahatan, kita harus perang terhadap terorisme, dengan tetap melindungi anak Indonesia dengan pendekatan yang responsif hak anak," ujar Giwo.

Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, Giwo mengimbau Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dan Departemen Agama (Depag) untuk mengevaluasi total pendekatan pemahaman agama yang menjadi doktrin pendidikan di sekolah-sekolah, baik sekolah umum maupun model boarding school.
(amd/ken)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini