Pengamatan detikcom, Senin (27/7/2009), di Jalan Tebet Timur IX, tepatnya di belakang stasiun Kereta Api Tebet dan dekat kantor Kelurahan Tebet Timur, sepintas tampak jalan sudah diperbaiki. Namun demikian, jalan itu tidak rata dan bergelombang.
"Padahal baru beberapa pekan lalu dibenerin kok sudah rusak lagi," kata tukang ojek, Ijal (24), yang mangkal di sekitar Puskesmas Tebet.
Ketika masuk Jalan Tebet Timur Dalam XI,Β pengendara mobil maupun sepeda motor disambut lobang besar menganga. Kondisi serupa terlihat di Jalan Tebet Timur Raya atau depan Puskesmas Tebet Timur.
Kondisi lebih parah terlihat di antara Jalan Tebet Utara dan Tebet Timur II. Jalan itu berlobang, sampai saluran air bertutup beton yang tadinya tertanam di bawah aspal sekarang terlihat jelas.
"Masa baru diperbaiki, sepekan kemudian sudah rusak lagi. Bahkan kerusakan lebih parah dari sebelumnya. Saluran air itu juga mampet, kalau hujan meluap sehingga jalan jadi kubangan," kata pedagang di pasar PSPT, Tuti (36).
Kondisi serupa terlihat di Jalan Tebet Utara Dalam Raya. Di kawasan yang dipenuhi rumah makan, kafe dan distro itu, kerusakan jalan hingga mencapai 50 meter.
"Lama-lama bisa rusak shockbreaker mobil ayah nih," celetuk Anjani (16), siswi SMA di bilangan Jakarta Selatan ini.
(asp/aan)











































