"Memang hasil rontgen belum dapat memastikan berapa jumlah jantung bayi itu. Namun ada kemungkinan bayi itu memiliki dua jantung," kata dokter spesialis jantung RSUD Pekanbaru, Diah Siswanti, Senin (27/07/2009).
Menurut dia, satu jantung di antaranya itu diperkirakan berkembang tidak sempurna. "Dengan demikian hampir dapat dipastikan bayi ini menderita kelainan jantung bawaan," ujar dia.
Pengamatan detikcom, bayi berkepala dua, anak dari pasangan Badrun (33) dan Nurhayati (23) masih ada di ruang isolasi. Beberapa alat medis menempel di tubuhnya termasuk alat bantu pernafasan.
(cha/aan)











































