“Saya tidak mengharapkan adanya operasi yang memisahkan kedua kepala anak saya. Biarkan dia sehat sebagaimana adanya. Kalau boleh biarkan dia sehat begitu saja tanpa harus pemisahan kepalanya,” kata Badrun lirih dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (27/07/2009) di RSUD Arifin Ahcmad,
Pekanbaru.
Badrun yang bahasanya kental dengan logat Melayu itu menyebut, tidak hanya istri dan dia saja yang menolak untuk dilakukan operasi. Seluruh keluarganya baik mertua atau saudara iparnya tetap mengharapkan bayi berkepala dua itu tumbuh secara alami tanpa harus menjalani operasi pemisahan salah satu kepalanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badrun dan keluarganya sudah iklas menerima apa yang telah ditakdirkan Tuhan kepadanya. “Biarkan anak kami itu seperti itu. Dia merupakan
pemberian Tuhan pada kami. Jadi kami menerima dengan iklas dan kalau sudah sehat, kami akan merawatnya,” kata Badrun. (cha/lrn)











































