Suasana pemilihan yang berlangsung alot itu, Sultan yang juga alumnus Fakultas Hukum itu meraih 115 suara. Sedang Airlangga Hartarto meraih 75 suara.
Sebelum pemilihan, tiga kandidat yang muncul yakni Sultan, Airlangga Hartarto, dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (PAN) Taufiq Effendi. Bahkan Taufiq diprediksi bakal menang karena hampir didukung banyak perwakilan Kagama di daerah-daerah.
Namun menjelang penyampaian kesediaannya, Taufiq yang berhalangan hadir mengirimkan surat tertulis yang isinya dibacakan salah seorang perwakilan, Joko.
Di hadapan pimpinan sidang Hadori Yunus dan seluruh peserta munas, Joko membacakan isi surat yang ditandatangani langsung Taufiq Effendi. Dia menyatakan memilih mengundurkan diri dalam pencalonan karena menghormati atas bersedianya Sultan maju sebagai calon ketua umum.
Dalam penyampaian visi misi, Sultan mengatakan kesediaanya mencalonkan diri terdorong akan keinginnya untuk selalu bersama daerah-daerah membangun secara bersama-sama.
"Lewat Kagama, saya bisa turun ke daerah, paling tidak bisa say hello ke setiap daerah," katanya.
Menurut dia, melalui Kagama bisa membantu terlaksananya pembangunan melalui kerjasama daerah dengan pemerintah pusat. "Saya akan selalu menyediakan waktu untuk mengembangkan Kagama menjadi lebih baik di masa mendatang dan membantu pembangunan bangsa dan negara," pungkas dia.
(bgs/sho)











































