"Saat kandungan anak saya berusia tujuh bulan, istri pernah bemimpi. Dalam mimpinya, anak kami berkepala dua. Waktu itu saya cuma bilang, yang namanya mimpi itu hanya bunga tidur," cerita Badrun kepada detikcom di sela-sela jumpa pers di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/07/2009).
Cerita mimpi sang istri itu, lanjut Badrun, tidak terlalu diambil pusing. Dia menganggap hal itu hanya rasa khawatir istrinya. Tapi rupanya apa yang ada dalam mimpi sang istrinya itu sekitar dua bulan yang lalu, justru jadi kenyataan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini Badrun hanya bisa pasrah atas cobaan yang diberikan dari Yang Maha Kuasa. "Walau anak saya tidak normal, saya tetap berharap kalau bisa dioperasi, biarkan dia hidup," katanya dengan nada lirih.
(cha/mok)











































