Sebanyak delapan dokter spesialis khusus diturunkan untuk dapat menganalisa dan menyelamatkan nyawa bayi tersebut. Hal ini terungkap dalam jumpa pers yang diadakan di RS, Sabtu (25/07/2009).
Tim itu terdiri dari, Direktur RSUD Arifin Ahcmad, Yulwiriati Moese, Direktur Medik dan Keperawatan dr Riza Iriani Nasution SpA, spesialis anak dr Nazardi Oyong, Harry Mangunsong dan dr Dewi Anggraini, spesialis jantung dr Diah Siswanti, spesialis bedah anak dr Tubagus Odih, dan Andreas Makmur spesialis Radiologi.
"Tim ini akan bekerja maksimal untuk menangani bayi tersebut," kata ketua tim, Yuliwiriati.
Hingga saat ini, hasil rontgen untuk mengetahui jumlah jantung dan paru-paru yang dimiliki bayi tersebut belum juga keluar. Namun besar dugaan, bayi tersebut memiliki dua buah jantung.
Meski begitu, salah satu jantungnya kemungkinan tidak akan berkembang dengan sempurna. Bila kondisi itu terjadi, saat ini hanya ada satu jantung yang menghidupi 'dua orang'.
"Dengan demikian hampir dapat dipastikan bayi ini menderita kelainan jantung bawaan," jelas pakar jantung, Diah.
(cha/mok)











































