Demikian perkiraan yang dibuat badan pemerintah AS, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) seperti dilansir International Herald Tribune , Sabtu (25/7/2009).
Estimasi CDC itu didasarkan pada pandemi flu dari tahun 1957 yang menewaskan hampir 70 ribu orang di AS. Namun pandemi itu tidak separah pandemi flu Spanyol tahun 1918-1919 yang terkenal itu.
Saat ini AS menjadi negara dengan jumlah kasus flu babi terbanyak di dunia. Virus tersebut sejauh ini telah menewaskan setidaknya 302 warga AS. Para pakar meyakini virus flu babi telah menjangkiti lebih dari 1 juta orang di negeri adidaya itu.
Dalam musim flu biasa, sekitar 36 ribu orang meninggal setiap tahun akibat flu dan komplikasinya di AS. Demikian menurut Asosiasi Medis Amerika.
AS diperkirakan baru akan mulai menguji coba vaksin flu babi pada beberapa relawan pada Agustus mendatang. Sekitar 160 juta vaksin flu babi diharapkan siap pada Oktober mendatang.
(ita/ita)











































