"Kita sudah melakukan observasi terhadap bayi itu. Rontgen sudah kita lakukan terhadap bayi itu, namun kita belum dapat memastikan jumlah jantung dan paru-parunya apakah dua atau satu. Untuk memastikan semua itu kita masih membutuhkan penanganan dan analisis lebih lanjut," ujar Ketua Tim Dokter RSUD Pekanbaru, Riza Iriani Nasution kepada wartawan di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Sabtu (25/7/2009).
Bayi ajaib itu dilahirkan di RSUD Indragiri Hilir, Riau, Kamis 23 Juli lalu dengan menggunakan operasi caesar. Bayi seberat 3,2 kg tersebut memiliki empat lengan serta dua tulang belakang.
Padahal pasangan Badrun (33) dan Nurhayati (23) harus menunggu waktu sembilan tahun demi mendapatkan buah hati. Dengan satu tubuh dua kepala itu, bayi ini memiliki satu rongga dada.
"Dari RS Husada (Puri Husada Tembilahan Indragiri Hilir) bayi itu dirujuk ke tempat kita. Baru tadi malam bayi ini kita rawat intensif," kata Riza.
(mok/djo)











































