"Kebetulan anak Pak Aam (Ibrohim) dengan anak saya sekolahnya sama. Jadi kita sering ketemu waktu jemput anak sekolah. Dia juga sempat main beberapa kali ke rumah saya, tapi hanya sekedar menjemput anaknya. Kalo saya malah dekat dengan mertuanya (Jaelani)," ujar Parno di rumahnya, Desa Sampora, Cilimus, Kuningan, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (25/7/2009).
Rumah Parno hanya berjarak beberapa meter dari rumah Ibrohim. Pensiunan karyawan PT KAI juga mengaku tidak percaya dan kaget saat mendengar kabar Ibrohim diduga sebagai pelaku peledakan bom di Ritz-Carlton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Parno mengaku terakhir bertemu dengan Ibrahim, seminggu yang lalu, tepatnya saat menjemput anaknya. "Saya bilang sama dia, lagi libur ya, ayo maen ke rumah. Tapi Pak Aam mau ngantar anaknya ke SMP di Cirebon,"
Serahkan Fotokopi KK
Sementara itu, Sabtu minggu lalu, Ibrohim sempat mencari ketua RT setempat untuk menyerahkan foto copy kartu keluarga (KK). Entah untuk apa foto copy itu diberikan.
"Istrinya ngomong Pak Ibrohim nyari saya mau nyerahin KK. Saya tanya untuk apa? Tapi hanya dijawab untuk jaga-jaga aja," Ujar Asep Sukron, ketua RT 28 Desa Sampora.
Dalam KK tersebut, Ibrahim sempat membubuhkan tanda tangan. Hingga kini, KK tersebut masih disimpan ketua RT.
(djo/djo)











































