"Bisa saja terjadi karena mereka sedang mencari identitas," kata Kak Seto di Tugu Proklamasi, Cikini, Jakarta, Jumat (24/7/2009).
Kak Seto mengambil contoh kasus di Kamboja. Banyak tentara-tentara yang justru berasal dari kalangan anak-anak.
"Di Indonesia, pelaku kejahatan juga banyak yang dari anak-anak, seperti copet," kata Kak Seto memberi contoh.
Rasa keingintahuan mereka terhadap sesuatu, tampak dijadikan salah satu senjata bagi orang yang ingin merekrutnya.
(mok/rdf)











































