"Kita anggap masalah itu sudah selesai. Ada satu dampak langsung di mana kelima wartawan tersebut terjebak dalam peperangan. Kita tidak melihat hal ini mempengaruhi hubungan bilateral kedua negara," ujar Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah dalam jumpa pers di Deplu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat(24/7/2009).
Apakah Deplu tidak takut film yang menimbulkan kontroversi di Australia itu
menjadi bola salju yang bisa mengguncang hubungan bilateral?
"Tidak. Kita berdasarkan bukti. Bukan skenario. Skenario bisa dibuat karena
kecenderungan pembuat skenario," tegas Faiz.
Dia menegaskan bagi Indonesia kasus pembebasan Timtim sudah selesai. Pemerintah Australia sendiri sudah mengakui bahwa kelima wartawannya itu tewas dalam insiden baku tembak antara tentara Indonesia dengan Fretilin yang berpaham komunis.
'Balibo' mengisahkan 5 jurnalis Australia yang tewas di antara baku tembak saat integrasi Timtim pada 1975. Film ini diceritakan melalui kacamata koresponden perang Roger East dan Jose Ramos Horta muda yang menyambangi Timtim untuk menyelidiki kasus pembunuhan 5 wartawan Australia atau lebih dikenal dengan 'Balibo Five'. Ramos Horta sendiri sekarang adalah presiden Timor Leste.
Pada 2007, Deputi Koroner New South Wales Dorelle Pinch menyatakan bahwa
lima wartawan Australia dibunuh oleh militer Indonesia untuk menutup-nutupi apa yang disebut media Australia sebagai "invasi Timor Timur oleh Indonesia".
Pemerintah Indonesia melalui Departemen Luar Negeri sendiri selalu mengatakan bahwa lima orang jurnalis Australia yang meninggal di Timor-Timur merupakan korban jiwa dalam insiden baku tembak pada 1975. Artinya, tidak ada unsur kesengajaan dari militer Indonesia.
Film itu disutradarai Robert Connolly dan dibintangi Anthony LaPaglia, Damon
Gameau, Gyton Grantley, dan Nathan Phillips.
Menurut Wikipedia, Operasi Seroja untuk membebaskan Timtim itu juga karena adanya desakan Amerika Serikat dan Australia yang menginginkan agar Fretilin
yang berpaham komunisme tidak berkuasa di Timor Timur. Selain itu, serbuan
Indonesia ke Timor Timur juga karena adanya kehendak dari sebagian rakyat Timor Timur yang ingin bersatu dengan Indonesia atas alasan etnik dan sejarah.
(nwk/rdf)











































