"Untuk tersangka yang belum tertangkap dimohon segera menyerahkan diri dimana pun dia berada, karena sampai kemana pun kita kejar," kata Kepala Satuan Kejahatan dan Kekerasan Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Nico Afinta kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jum'at (25/7/2009).
Ketiga buronan tersebut yakni Yusuf, Ade dan Ivan. Peran ketiganya dalam perampokan adalah eksekutor di lapangan. Pengungkapan sendiri berawal dari penangkapan H Aceng Idrus yang berperan sebagai dukun atau pemberi doa agar kejahatan mereka lancar. Dari keterangan Aceng, polisi kemudian membekuk Andi alias Suhandi dan Ahmad Mubalig (sopir Cisco).
Aceng ditangkap di rumahnya di kawasan Pandeglang, Banten. Sedangkan Andi dan Ahmad ditangkap di kawasan Bandung, Jawa Barat. "Dari keterangan mereka kemudian kita bisa menangkap yang lainnya," ujar Nico.
Perampokan itu sendiri melibatkan banyak pelaku dari berbagai profesi. Bahkan diantara mereka, 6 diantaranya memiliki hubungan keluarga.
"Ada enam orang yang berhubungan keluarga," tegasnya.
Mobil Cisco yang dikendarai Ahmad Mubalig pada Senin, 13 Juli lalu mengangkut Rp 15 miliar milik BNI. Mobil tersebut kemudian dirampok di kawasan tol dalam kota, Latumenten, Jakarta Barat.
(mei/Rez)











































