Hendropriyono : Mantan Teroris Harus Dipekerjakan

Cegah Aksi Teroris

Hendropriyono : Mantan Teroris Harus Dipekerjakan

- detikNews
Jumat, 24 Jul 2009 21:58 WIB
Hendropriyono : Mantan Teroris Harus Dipekerjakan
Jakarta - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono mengusulkan agar para mantan terorisme yang telah lepas menjalani masa hukuman dipekerjakan untuk menjadi satpam di hotel-hotel atau tempat penting lainnya. Mereka dianggap mampu untuk melawan aksi terorisme yang dilakukan oleh para teroris lainnya.

"Ini salah satu saja. Mereka bisa dipekerjakan sebagai satpam hotel," kata Hendro saat menjawab pertanyaan wartawan disela-sela persiapan mengikuti ujian terbuka promosi doktor bidang filsafat di Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bulaksumur, Yogyakarta, Jumat (24/7/2009).

Mengapa mereka bisa menjadi satpam. Menurut dia, orang yang memeriksa pertama kali seorang tamu masuk hotel adalah satpam. Kalau yang menjadi satpam hanya orang biasa, mereka tidak akan bisa mengetahui secara persis dan jelas gerak-gerik seseorang yang dicurigai menjadi teroris. Namun bila yang menjadi satpam adalah para mantan terorisme, pasti akan mengetahui gerak-gerik yang mereka lakukan.

"Mereka pasti paham dan tahu siapa temannya. Bagaimana gerak-geriknya, mencurigakan atau tidak. Saat ini ada ratusan mantan teroris yang telah bebas dari menjalani massa hukuman," katanya.

Dia kemudian mencontohkan Nasir Abbas mantan Ketua Mantiqi II yang saat ini paling banyak mengetahui jaringan terorisme. Setelah melihat dari rekaman CCTV bom di Hotel JW Marriot langsung diketahui pelakunya adalah orang yang mengenakan topi dan jaket.

"Ini salah contoh. Dia bisa mengetahui karena mereka itu sering memakai topi agar tidak banyak dikenali oleh lain," ungkap Hendro.

Hendro menambahkan masyarakat saat ini juga harus lebih diberdayakan dan harus lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Dari kasus di Ponpes Al Muadib di Cilacap saat ini ternyata banyak warga sekitar yang tidak mengetahui persis kegiatan di ponpes tersebut termasuk orang-orang yang ada di sekitar pondok.

"Ini salah satu contoh sampai-sampai masyarakat sekitar tidak tahu. Saya juga yakin pelaku bom JW Marriot dan Ritz Carlton adalah jaringan Nurdin M. Top," pungkas Hendro yang akan menyampaikan disertasi bidang ilmu filsafat dengan judul "Terorisme" itu pada ujian terbuka pada hari Sabtu 25 Juli 2009 di Pascasarjana UGM itu.

(bgs/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads