"Itu karena di dalam mobil kemungkinan kurang oksigen. Jadi gitu," kata Hendarman di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2009).
Namun, Hendarman masih menunggu hasil dari pemeriksaan lanjutan. Dari informasi yang didapatkan, korban memang pernah memakai narkoba.
"Belum ada klarifikasi dari medis kalau ini pakai-pakai itu (obat-obatan)," lanjutnya.
Menurut Hendarman, sebagai pimpinan Kejagung, jika ada anak buahnya yang diduga memakai narkoba, maka dirinya akan memanggil dokter untuk memeriksa urin yang bersangkutan. Setelah itu pihaknya akan memanggil Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kapusdiklat Kejagung.
"Kalau cek seluruhnya biaya mahal. Jadi cek pendadakan saja begitu saya dengar infonya," lanjutnya.
Pemeriksaan urin itu, lanjut Hendarman juga untuk menjaga citra Kejagung. "Supaya kasih petunjuk untuk menghindari hal-hal seperti itu," kata mantan Jampidsus ini.
Staf Kejagung yang ditemukan tewas di dalam mobil Toyota Vios bernama Ridho Sahattua Imanuel Sagala (26). Dia ditemukan dalam keadaan mulut berbusa di dekat Kampus Universitas Bung Karno, Menteng, Jakarta Pusat, 22 Juli kemarin.
(nik/ken)











































