Sejumlah polisi menyesalkan komentar Obama tersebut. Menurut mereka, komentar Obama itu akan membuat polisi lebih sulit berurusan dengan warga non-kulit putih.
Bahkan bisa memundurkan kembali kemajuan dalam hubungan ras yang telah membuat Obama terpilih sebagai presiden AS pertama yang berkulit hitam.
"Presiden telah membuat para petugas keselamatan publik terasing dengan komentarnya itu," cetus David Holway, kepala International Brotherhood of Police Officers, yang mewakili 15 ribu petugas keselamatan publik seperti dilansir The Star , Jumat (24/7/2009).
Profesor Gates ditangkap pada 16 Juli lalu oleh Sersan James Crowley, polisi yang pertama kali tiba di rumah Gates setelah mendapat laporan seorang wanita. Wanita tersebut melaporkan bahwa dia melihat dua pria kulit hitam mencoba membuka paksa pintu depan rumah Gates.
Saat Crowley tiba di rumah itu, Gates telah berada di dalam rumahnya itu. Gates mengaku dia terpaksa membuka paksa pintu rumahnya karena pintu macet. Untuk membuktikan bahwa dirinya tinggal di rumah itu, Gates pun menunjukkan kartu identitasnya.
Namun saat itu Gates tetap digiring ke kantor polisi. Dia baru dibebaskan beberapa jam kemudian. Insiden itu banyak diberitakan media AS. Dan Obama pun sempat ditanyai komentarnya mengenai penangkapan Gates, temannya itu.
"Saya pikir fair untuk mengatakan bahwa, pertama, siapapun kita pasti akan marah," kata Obama. "Kedua, bahwa polisi Cambridge bertindak dengan bodoh dalam menangkap seseorang saat telah ada bukti bahwa mereka berada di rumah mereka sendiri," imbuh Obama.
Bahkan Obama juga sempat menyinggung sejarah panjang di AS tentang masalah ras warga Afrika-Amerika dan Latin.
Komentar Obama itu sontak menuai reaksi. Komisioner Kepolisian Cambridge Robert Haas mengatakan, komentar Obama itu melukai korpsnya. "Respons saya adalah bahwa departemen ini sangat terluka," kata Haas dalam konferensi pers.
"Mengeluarkan komentar "dengan bodoh" mungkin bukan kata yang tepat," cetus seorang polisi di Santa Monica, California, Sersan Jay Trisler. "Saat insiden terjadi dengan unit kepolisian, kita tidak cepat menilai seperti itu," pungkasnya.
(ita/iy)











































