"Kita memiliki pola, mereka juga mempunyai pola, jadi tidak ada yang namanya kecolongan," kata BHD dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (23/7/2009).
BHD mengatakan, selama ini polisi telah bekerja secara signifikan. Berbagai penangkapan terkait terorisme juga telah dilakukan polisi.
"Polri dengan Densus 88 juga telah melakukan penangkapan di beberapa daerah Wonosobo, Yogyakarta, Palembang dan Banjarmasin. Kita juga menangkap salah seorang jaringan Singapura di Malang inisial HSN," kata BHD.
BHD berharap, saat ini seluruh komponen bangsa Indonesia membantu Polri untuk mengungkap jaringan teroris di Indonesia. "Tantangan ke depan bagaimana kita bisa bersatu supaya pencegahan dilakukan oleh semua komponen. Polri selain pencegahan juga pengungkapan," tandas BHD.
BHD boleh saja mengaku Polri tidak kecolongan. Namun sumber di kepolisian menyebut, sebenarnya polisi telah mendapat peringatan soal serangan di Jakarta sekitar dua bulan sebelum pengeboman di kawasan Mega Kuningan. Namun tidak ada tindakan berarti setelah adanya peringatan tersebut.
(ken/nrl)











































