"Ada tawaran bantuan dari pihak Australia. Tawaran bantuan sudah kita sampaikan kepada yang berwenang, yang ditawarkan itu keahlian identifikasi rekaman gambar CCTV," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Teuku Faizasyah dalam press briefing di Kantor Deplu, Jl Pejambon, Jakarta, Jumat (24/7/2009).
Sedangkan pemerintah AS menawarkan database para teroris yang mereka miliki untuk dicocokkan dengan pelaku teroris di Indonesia.
"Mereka (AS) memiliki database orang-orang pelaku yang terkait dengan terorisme dan itu bisa dibandingkan dengan data milik mereka," imbuhnya.
Berarti bisa wawancara langsung dengan Hambali? "Wah kalau itu kita tidak tahu, yang jelas database forensik yang dimiliki AS," jawabnya.
Dia menambahkan, semua tawaran bantuan ini sudah diteruskan ke Mabes Polri. Apakah diterima atau tidak, tergantung mereka yang menentukan. "Mereka menyatakan tawaran itu sudah diteruskan ke Mabes Polri. Itu berpulang ke Mabes Polri bagaimana menyikapinya," pungkasnya.
(anw/nrl)











































