Menurut Kapolsekta Kedungkandang AKP Anang Tri Hananta yang ditemui di Mapolsekta Kedungkandang Jalan Ki Ageng Gribig, Kota Malang, pihaknya telah meningkatkan kewaspadaan pasca penangkapan Hendrawan Juni lalu.
Langkahnya, kata Anang, dengan melakukan sweeping dan razia Kartu Tanda Penduduk (KTP) terutama pada warga baru. "Kami juga libatkan masyarakat. Fokus kami di daerah
Wonokoyo dan Bumiayu," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak cara dilakukan para pelaku tersebut dengan memanfaatkan kondisi ekonomi masyarakat di situ," ungkap Anang.
Disinggung mengenai perburuan Nurdin M Top di wilayahnya oleh Densus 88 Anti Teror, Anang enggan menjelaskan.
"Kami tidak pernah berkoordinasi dengan mereka. Karena mereka mempunyai kewenangan sendiri," ujarnya.
Menurut sumber detiksurabaya.com, Densus 88 Anti Teror telah melakukan penyisiran di wilayah Kedungkandang terkait penangkapan Hendrawan serta rencana kunjungan Ustad Abu Bakar Basyir di wilayah Bumiayu.
Beberapa waktu lalu ada satu keluarga asal Jember ditolak untuk tinggal di wilayah Bumiayu. Pasalnya, warga mencurigai latar belakang orang tersebut.
"Orangnya dicurigai terkait jaringan teroris. Makanya ditolak warga," katanya.
(nrl/nrl)










































