"Belum ada laporan warga hilang yang masuk ke Polda DIY," kata Kapolda DIY, Brigjen Sunaryono seusai menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XI Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) di Graha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat (24/7/2009).
Menurut dia, justru pasca peristiwa di Jakarta itu angka kriminalitas di wilayah Yogyakarta menurun. Hal itu disebabkan karena kepolisian bersiaga penuh dan seluruh masyarakat juga meningkatkan kewaspadaannya di wilayah masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, di Yogyakarta dengan tingkat mobilitas penduduk yang tinggi, masalah kamtibmas tak bisa hanya ditangani kepolisian saja. Oleh karena itu pihaknya bersama seluruh lapisan masyarakat melakukan pemantauan bersama-sama.
"Untuk mengantisipasi masalah gangguan kamtibmas kita berdayakan RT, RW hingga Muspika termasuk kepolisian di masing-masing sektor. Untuk mengantisipasi orang tak dikenal kita meminta RT, RW agar melaporkan bila ada tamu yang menginap," katanya. I
Dia menambahkan saat ini Polda DIY menambah personel intelijen di masing-masing wilayah untuk mengantisipasi aksi terorisme. Penambahan personel intelijen dari 60 orang menjadi 100 orang. "Ini salah satu cara saja," pungkas Sunaryono.
(bgs/djo)











































