Perlahan-lahan anak SD itu meniru. Lama-kelamaan menjadi bodoh dan menggongong layaknya anjing. Anak itu menurut dan menggonggong saat si televisi memberikan apapun untuk pemirsa yang masih kecil itu.
"Ini untuk menggambarkan pengaruh televisi bagi si anak. Perlu disaring dan dikurangi ketergantungan terhadap televisi," kata koordinator aksi damai, Warso Tarsono di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2009).
Aksi yang digagas oleh Koalisi Hari Tanpa TV ini digelar di salah satu ruas jalan HI yang mengarah ke Jl Moh. Yamin. Jalan tersebut sengaja ditutup untuk aksi teatrikal yang berjalan sekitar 30 menit itu. Pun demikian, aksi tersebut tidak sempat menimbulkan kemacetan karena arus lalu-lintas masih lengang.
Selain teatrikal, kampanye antitelevisi tersebut membentangkan spanduk, menyebarkan flyer dan sejumlah poster. Isinya mengajak orangtua untuk memperhatikan tontonan bagi si kecil.
"Orangtua, meski sibuk bekerja diharapkan tetap memperhatikan anak-anaknya. Terutama ikut mendampingi saat nonton tv," tegasnya.
(Ari/anw)










































