Hartoyo merupakan suami dari Suryani, kakak kandung Nur Said. Suami istri itu tinggal di Dusun Seman, Desa Pager Gunung, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, memang agak jauh dari rumah orangtua Nursaid di Kecamatan Ketekan.
Saat ditemui detikcom, Jumat (24/7/2009), Hartoyo mengaku adik iparnya pulang sebelum lebaran atau saat musim tembakau tiba. Nur Said saat itu berkunjung bersama anaknya pertamanya, Muna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat itu main biasa kalau musim tembakau ke sini mampir. Rantai sepeda motornya kendor. Dia masuk, makan dan ketemu istri saya, lalu setelah selasai makan, keluar. Hanya sekejap," tegas Hartoyo.
Meski kunjungan Nur Said hanya sesaat, Muna sempat minta kepadanya untuk dibelikan tas dan sepatu bila naik kelas.
"Saya masih ingat, Muna ngomong langsung ke saya 'Pakdhe, besok kalau saya naik kelas saya rangking satu dibelikan tas sama sepatu, ya," pinta Muna seperti ditirukan Hartoyo.
Hartoyo tidak tahu pasti ke mana Nur Said pergi setelah pulang dari rumahnya setahun lalu itu. Dirinya juga tidak sempat bertanya soal tujuan perjalanan Nur Said.
"Dari tempat sini langsung pulang apa ke Klaten atau kemana, saya tidak tahu pasti. Pulangnya dulu itu kira-kira jam 14.30 WIB siang," ungkap Hartoyo.
Sejak kedatangan itu, Nur Said, kata Hartoyo, tidak pernah terlihat lagi ke Temanggung. Terlebih pasca pemberitaan soal teroris saat ini.
"Nur Said juga sempat berpamitan ke saya kalau pada saat putri saya menikah dia tidak sempat datang ke rumahnya," cetusnya.
Selain itu, Nur Said juga sempat menyatakan bahwa sedang sibuk berbisnis menjual kacamata dan menjadi tukang kunci. Bisnis tersebut dibuka di dua kota, yaitu di Boja, Kabupaten Semarang, dan di Klaten, Jawa Tengah.
"Yang sering ke sana dari keluarga Temanggung tidak ada. Cuma saat saya silaturahmi ke saudara saya di Weleri dan ke tempat adik istri saya di Kendal, kami mampir di rumah Said di Boja itu," pungkas Hartoyo. (irw/irw)










































