Hal itu terungkap dalam catatan pengadilan federal di Brooklyn yang dibuka setelah ada permintaan dari wartawan di AS. Pengakuan pria bernama Bryant Neal Vinas (26) itu terungkap saat sidang tanggal 28 Januari lalu.
Vinas, yang kini menghadapi hukuman maksimum, juga mengaku pernah berlatih bersama kelompok ekstremis Islam. Demikian seperti dikutip dari reuters, Kamis (23/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maksud dari pemberian informasi itu untuk membantu rencana...penyerangan," lanjut Vinas.
Kepada hakim Nicholas Garaufis, Vinas mengatakan dia meninggalkan Long Island terakhir pada 2007. Selanjutnya, dia pergi ke Pakistan dan bergabung dengan para mujahid untuk melawan tentara AS di Afghanistan.
"Saya menjalin hubungan dan diterima ke dalam kelompok Al Qaeda," kata dia.
"Sebagai anggota Al Qaeda, saya menerima pelatihan perang dan (merakit) bahan peledak," imbuhnya.
"Saya mengambil bagian dalam penembakan roket di markas tentara AS. Meskipun kami mengharapkan roket ini mengenai dan membunuh tentara AS, saya selalu menginformasikan bahwa roket itu luput dan serangan gagal," jelasnya.
Metropolitan Transportation Authority (MTA) sebagai pihak yang mengoperasikan jalur kereta Long Island mengatakan telah menjalin hubungan dengan petugas untuk mengembangkan investigasi. Mereka juga menyatakan tidak pernah ada ancaman serangan teroris dalam waktu dekat.
Jalur kereta komuter Long Island merupakan jalur yang sangat sibuk di Amerika Utara. Setidaknya 300 ribu penumpang melakukan perjalanan tiap hari kerja.
(irw/nrl)











































