Ribuan tangan dan tubuh berwarna bule itu meliuk-liuk dan liar mengguncang-guncang ke udara mengikuti hentakan musik The Hydrant. Basah mereka! Basah karena keringat dibakar musik Adi (bas betot), Christoper (stand up drum), Wis (gitar) dan Marshello sebagai biduan.
The Hydrant beraksi di Republik Slovakia sebagai bagian dari roadshow sepanjang 18 sampai 22/7/2009, begitu penjelasan Korfungsi Pensosbudpar KBRI Bratislava Wanton Saragih kepada detikcom (23/7/2009). Mereka tampil pertama di festival tahunan Bazant Pohoda di kota Trencin, sepanggung bareng grup dari Amrik, Inggris, Ceko, Italia dan Vietnam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gaya Marshello yang komunikatif, berkostum Bali dan dengan kemampuan bahasa cukup baik, semakin memantik histeria massa terutama cewek-cewek yang sebagian besar ABG. Jeritan dan teriakan ‘Hydrant, Hydrant, Hydrant’ pun membahana.
Lepas dari Festival Bazant Pohoda di Trencin, The Hydrant masuk ke ibukota Bratislava dengan berturut-turut tampil di klub musik Randall dan Omama Shop Café, kemudian di klub musik ‘Coliseum’ di Kosice (20-22/7/2009).
Di klub Randall, The Hydrant didaulat tampil pertama, lalu diikuti dua grup musik rock dari Amrik. Terjadi peristiwa menyolok sekaligus membanggakan di sini. Ketika grup dari Amrik tampil, penonton terlihat kurang antusias dan sebagian besar meninggalkan tempat. Sebaliknya saat The Hydrant manggung, ruangan penuh dan penonton larut dalam nomor-nomor sajian Marshello dkk.
Wanton mengaku lega atas sukses besar roadshow The Hydrant ke Slovakia. "Mereka mendapat sambutan hangat di Slovakia. Sebagai bentuk apresiasi, banyak penonton terdorong untuk ke Indonesia, dengan tujuan utama Bali," demikian Wanton tanpa bisa menutupi kegembiraannya.
(es/es)











































