Indonesia Masih Sisakan Travel Warning dari Australia

Bom di JW Marriott & Ritz-Carlton

Indonesia Masih Sisakan Travel Warning dari Australia

- detikNews
Kamis, 23 Jul 2009 16:26 WIB
Indonesia Masih Sisakan Travel Warning dari Australia
Jakarta - Saat ini Indonesia masih menyisakan pengenaan travel warning oleh Australia pasca bom di Mega Kuningan. Sementara itu negara-negara seperti Eropa dan AS hanya mengenakan ban untuk wilayah-wilayah tertentu di Indonesia.

Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Jusman Syafi'i Djamal di kantor manajemen Garuda Indonesia, di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten Kamis (23/7/2009).

"Travel warning yang saya lihat itu adalah Australia, mereka menjatuhkan itu sambil melihat kondisi, yang mengingatkan warga negaranya untuk hati-hati datang ke Indonesia," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun kata dia meski mengenakan peringatan berkunjung terhadap Indonesia, para wisatawan atau pengunjung dari Australia sampai saat ini belum melakukan pembatalan kunjungan ke Indonesia.

"Kelihatannya belum ada pembatalan dari orang-orang Australia," ucapnya.

Sedangkan untuk pengenaan travel warning dari negara-negara di Eropa dan AS hanya sebatas pelarangan untuk berkunjung ke wilayah-wilayah tertentu di Indonesia.

"Sebelumnya Eropa dan AS, travel warning hanya menyatakan ada daerah-daerah
tertentu (di Indonesia)," jelasnya.

Mengenai pencabutan larangan terbang maskapai penerbangan Indonesia ke Uni
Eropa, ia memastikan Garuda akan mulai terbang ke Eropa pada tahun 2010 nanti. Sedangkan untuk maskapai sewa (carter) seperti Premi Air dan Airfast sudah bisa beroperasi dengan segera.

"Mereka sudah bisa langsung, karena pesawatnya cukup. Bahkan sudah mendarat di Honolulu (Hawai, AS)," jelas Jusman.

(hen/nwk)


Berita Terkait