Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Jusman Syafi'i Djamal di kantor manajemen Garuda Indonesia, di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten Kamis (23/7/2009).
"Travel warning yang saya lihat itu adalah Australia, mereka menjatuhkan itu sambil melihat kondisi, yang mengingatkan warga negaranya untuk hati-hati datang ke Indonesia," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kelihatannya belum ada pembatalan dari orang-orang Australia," ucapnya.
Sedangkan untuk pengenaan travel warning dari negara-negara di Eropa dan AS hanya sebatas pelarangan untuk berkunjung ke wilayah-wilayah tertentu di Indonesia.
"Sebelumnya Eropa dan AS, travel warning hanya menyatakan ada daerah-daerah
tertentu (di Indonesia)," jelasnya.
Mengenai pencabutan larangan terbang maskapai penerbangan Indonesia ke Uni
Eropa, ia memastikan Garuda akan mulai terbang ke Eropa pada tahun 2010 nanti. Sedangkan untuk maskapai sewa (carter) seperti Premi Air dan Airfast sudah bisa beroperasi dengan segera.
"Mereka sudah bisa langsung, karena pesawatnya cukup. Bahkan sudah mendarat di Honolulu (Hawai, AS)," jelas Jusman.
(hen/nwk)











































