"Sesuai dengan instruksi Presiden tadi, kita harus melihat lebih steril lagi, keamanan dari bandara kita, jadi akan diterapkan secara kontinyu, nggak pakai batas waktu," kata Jusman di sela-sela acata peresmian logo baru Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Kamis (23/7/2009).
Sebelumnya Departemen Perhubungan telah mengeluarkan surat edaran mengenai instruksi kepada administrasi pelabuhan dan bandara untuk menerapkan pemeriksaan super ketat selama 1 minggu pasca 17 Juli 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
menyiapkan anggaran terutama untuk penambahan scanner dan diklat para petugas keamanan.
"Nanti akan ada anggaran dari Dirjen Udara dan Angkasa Pura," katanya.
Dengan penerapan status waspada pemeriksaan yang akan dilakukan di bandara dan pelabuhan maka, akan dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap orang-orang yang sudah dikenal atau pegawai setempat termasuk barang-barangnya. Bahkan selama ini untuk benda-benda seperti ikat pinggang maupun laptop yang sebelumnya tidak diperiksa akan diperiksa.
Presiden SBY dalam kesempatan yang sama mendesak kepada dunia usaha swasta,
BUMN, pemerintah untuk meningkatkan pengawasan pemeriksaan barang dan orang
termasuk orang-orang yang sudah dikenal agar potensi-potensi terorisme tidak
terjadi.
"Jangan ada ancaman teroris mengemuka, baru kita sibuk, jadi harus sepanjang
massa," seru SBY.
(hen/nwk)











































