Densus 88 Tak Temukan Barang Mencurigakan di Kontrakan Ibrohim

Bom JW Marriott & Ritz-Carlton

Densus 88 Tak Temukan Barang Mencurigakan di Kontrakan Ibrohim

- detikNews
Kamis, 23 Jul 2009 13:45 WIB
Densus 88 Tak Temukan Barang Mencurigakan di Kontrakan Ibrohim
Jakarta - Meski telah dinyatakan bukan pelaku peledakan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz-Carlton, polisi masih menyelidiki Ibrohim. Kontrakan Ibrohim di Kelurahan Kuningan Timur, Jakarta Selatan pun digeledah tim Densus 88. Namun Densus 88 tidak menemukan hal yang mencurigakan di kontrakan seluas 3x7 meter itu.

"Waktu Densus 88 ke sini menggeledah, mereka foto-fotoin semua isi kamar, tapi sampai akhir nggak ditemui apa-apa," kata Ketua RT 005/3 Rohmani saat ditemui detikcom di rumahnya, di Kelurahan Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2009).

Rohmani menjelaskan, penggeledahan kontrakan Ibrohim oleh anggota Densus 88 dilakukan Selasa 21 Juli siang. Ada 5 petugas berpakaian preman ditemani salah satu penghuni kontrakan, Andi. Andi juga berprofesi sama seperti Ibrohim, seorang florist (penata bunga).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Andi yang nunjukin kontrakannya ke Densus karena dia juga ngontrak di sana," ungkap Rohmani.

Pantauan detikcom, rumah kontrakan yang sempat dihuni Ibrahim kini terkunci rapat. Jendela rumah berwarna biru ini pun tertutup. Kondisi rumah kosong tak berpenghuni. Hanya ada sepasang sandal butut tergeletak teras pintu masuk dan satu buah korek api berlogo Ritz-Carlton yang ditinggalkan di atas sela-sela jendela.

Sebelumnya ada 5 hingga 7 orang yang tinggal di sana. Namun, Rohmani tidak begitu mengenal siapa-siapa saja orang tersebut.

"Sejak insiden bom kontrakan itu jadi sepi. Orang-orangnya belum pada pulang, yang saya kenal paling hanya Andi saja karena sering ketemu di jalan," kata pensiunan PNS ini.

Rohmani menerangkan, selama ini aktivitas di kontrakan tersebut biasa-biasa saja lazimnya sebuah kontrakan. Ia juga tidak mengenal sosok Ibrohim yang selama ini ramai dicari-cari orang.

"Enggak ada yang mencurigakan tuh selama ini. Makanya saya kaget di berita-berita ada pelaku yang tinggal di sini," ujarnya.

(ape/ken)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads