"Waktu Densus 88 ke sini menggeledah, mereka foto-fotoin semua isi kamar, tapi sampai akhir nggak ditemui apa-apa," kata Ketua RT 005/3 Rohmani saat ditemui detikcom di rumahnya, di Kelurahan Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2009).
Rohmani menjelaskan, penggeledahan kontrakan Ibrohim oleh anggota Densus 88 dilakukan Selasa 21 Juli siang. Ada 5 petugas berpakaian preman ditemani salah satu penghuni kontrakan, Andi. Andi juga berprofesi sama seperti Ibrohim, seorang florist (penata bunga).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikcom, rumah kontrakan yang sempat dihuni Ibrahim kini terkunci rapat. Jendela rumah berwarna biru ini pun tertutup. Kondisi rumah kosong tak berpenghuni. Hanya ada sepasang sandal butut tergeletak teras pintu masuk dan satu buah korek api berlogo Ritz-Carlton yang ditinggalkan di atas sela-sela jendela.
Sebelumnya ada 5 hingga 7 orang yang tinggal di sana. Namun, Rohmani tidak begitu mengenal siapa-siapa saja orang tersebut.
"Sejak insiden bom kontrakan itu jadi sepi. Orang-orangnya belum pada pulang, yang saya kenal paling hanya Andi saja karena sering ketemu di jalan," kata pensiunan PNS ini.
Rohmani menerangkan, selama ini aktivitas di kontrakan tersebut biasa-biasa saja lazimnya sebuah kontrakan. Ia juga tidak mengenal sosok Ibrohim yang selama ini ramai dicari-cari orang.
"Enggak ada yang mencurigakan tuh selama ini. Makanya saya kaget di berita-berita ada pelaku yang tinggal di sini," ujarnya.
(ape/ken)











































