"Kabut asap pekat membuat jarak pandang di bandara kita terbatas dibawah normal. Sejak pagi jarak pandang di tempat kita cuma 1 km," kata Kepala Bandara Pinang Kampai, Edy Supiatnadi saat dihubungi detikcom, Kamis (23/07/2009).
Edy menjelaskan, sesuai jadwal pada pukul 10.00 WiB, pesawat Pelita Air dari Jakarta seharusnya sudah mendarat. Namun karena jarak pandang yang terbatas, pesawat tersebut terpaksa dialihkan sementara di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II di Pekanbaru.
"Pesawat Pelita baru bisa mendarat sekitar pukul 11:WIB. Ada satu jam Pelita Air menunggu di Pekanbaru sampai jarak pandang kembali normal," kata Edy.
Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan ini menyebabkan Bandara Pinang Kampai hari ini sempat tutup selama tiga jam. Kondisi ini terjadi untuk kesekian kalinya.
"Dalam bulan ini sudah tak terhitung berapa kali bandara kita buka tutup karena jarak pandang yang terbatas," kata Edy.
(cha/djo)











































