"Ribuan anak di dalam kecewa karena Pak SBY nggak datang. Harusnya ada penjelasan resmi dari pemerintah entah teleconfrence atau apalah," ujar Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi.
Hal itu disampaikan Kak Seto, panggilan akrab Seto Mulyadi, di sela-sela peringatan Hari Anak Nasional Dunia Fantasi (Dufan), Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Kamis (23/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harusnya Pak Presiden memprioritaskan pendidikan anak-anak Indonesia. Mereka berprestasi, mereka berdandan mencat dirinya, menghias dirinya hanya karena ingin ketemu Pak SBY. Tapi Pak SBY nggak hadir karena kondisi kemananan, dengan kata lain dia lebih mementingkan poitik," keluh Giwo.
Terlebih lagi, imbuh Giwo, ada Anak Baru Gede yang diindikasikan sebagai teroris. Hal itu justru memberikan label anak muda Indonesia itu negatif.
"Saya prihatin saja. Seharusnya pemerintah dan pihak keamanan lebih memandang ke arah perspektif positif. Padahal belum ada penyidikan atau belum adanya pemeriksaan anak itu bersalah atau ABG yg melakukan pengeboman," lanjut Giwo.
Acara ini diadakan oleh Artha Graha, Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Perdagangan, dan Dufan. Tampak menteri Kabinet Indonesia Bersatu yang hadir adalah Menneg PP Meutia Hatta, Mendiknas Bambang Sudibyo dan Mendag Mari E Pangestu.
(nwk/iy)











































