"Lain halnya kalau ada surat resmi dari Arab Saudi. Itu kan hanya mengimbau. Antisipasi kita kalau itu mandatory (wajib) kita belum tahu jelas. Mungkin akan mengganti yang selanjutnya (daftar tunggu)," ujar Sekretaris Ditjen Haji Depag Abdul Ghafur Djawahir.
Hal itu disampaikan Ghafur ketika dihubungi detikcom, Kamis (23/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obat-obatan untuk mencegah agar para calhaj tidak terserang penyakit pun cukup memadai.
"Vaksin meningitis untuk sakit radang selaput otak tetap akan dilaksanakan mulai awal Agustus, dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) sudah boleh. Tamiflu akan dibawa dokter (kloter) dan akan diberikan bagi calhaj yang timbul gejala flu, seperti panas," jelasnya.
(nwk/iy)










































