Demikian seperti diberitakan harian Australia Sydney Morning Herald (SMH) , Kamis (23/7/2009).
Kastari ditangkap kembali pada April lalu di Malaysia setelah sekitar setahun dia kabur dari penjara di Singapura. Kastari merupakan pemimpin Jemaah Islamiyah (JI) di Singapura.
Menurut SMH yang mengutip sumber kepolisian Indonesia, dari penangkapan kembali Kastari tersebut, kepolisian Indonesia mendapat sejumlah informasi mengenai Noordin dan jaringannya. Buntutnya, kepolisian Indonesia melakukan sejumlah penggerebekan dan tiga penangkapan berhasil dilakukan. Mereka yang ditangkap disebut-sebut sebagai anggota tim Noordin.
Beberapa waktu lalu, kepolisian Indonesia mendapatkan laporan intelijen yang mengindikasikan Noordin mungkin tengah merencanakan sesuatu. Polisi pun melakukan penggerebekan di Cilacap, tempat para pendukung Noordin diyakini aktif.
Polisi menggerebek rumah Bahrudin Latif (60) di Cilacap yang diduga mertua Noordin Namun pria berusia 60 tahun itu berhasil kabur. Namun dari hasil penggeledahan di rumahnya ditemukan dua bom yang siap digunakan dan bahan peledak yang terkubur di halaman belakang rumahnya.
(ita/iy)










































