Padamnya listrik ini terjadi antara pukul 09.25 WIB hingga 09.30 WIB, Kamis (23/7/2009). Sekitar sepuluh menit sebelumnya, Eddie Widiono tiba di Kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta. Tanpa menjawab pertanyaan wartawan, dia langsung naik lift menuju ruang pemeriksaannya.
Meski hanya padam selama 5 menit, kejadian tersebut tak urung membuat kaget. Suasana di lobi dan lantai dasar Kantor KPK gelap gulita. Seluruh komputer di ruang wartawan dan alat deteksi metal di pintu masuk gedung tidak berfungsi.
Untungnya tidak lama kemudian suasana kembali normal. Listrik kembali menyala, ruangan kembali terang tapi alat-alat yang membutuhkan pasokan tenaga listrik belum bisa berfungsi optimal.
Eddie Widiono saat ini masih berstatus sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek pengadaan aplikasi customer menagement system (CMS) di area ditribusi Jatim. Tersangka dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp 80 miliar itu adalah mantan GM PLN area Jawa-Bali, Hariadi Sadono.
Turut dijadwalkan untuk sebagai saksi dalam kasus tersebut adalah mantan Direktur Perencanaan PLN Hardiv Harris Situmeang dan Direktur Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN, Sunggu Anwar Aritonang. Tapi dua orang ini belum terlihat hadir di kantor KPK.
Hari ini KPK juga menjadwalkan memeriksa mantan anggota komisi keuangan DPR, Urai Faisal Hamid. Dia merupakan saksi kasus dugaan suap dalam proses pemilihan Miranda S. Goeltom sebagai deputi gubernur senior BI pada 2004.
(lh/asy)











































