Ada Isu Sudah Diamankan Polisi, Ibrahim Masih Misterius

Ada Isu Sudah Diamankan Polisi, Ibrahim Masih Misterius

- detikNews
Kamis, 23 Jul 2009 08:20 WIB
Ada Isu Sudah Diamankan Polisi, Ibrahim Masih Misterius
Jakarta - Keberadaan Ibrahim tidak diketahui beberapa saat setelah bom meledak di JW Marriott Jakarta dan The Ritz-Carlton. Di RS, tak ada korban luka bernama Ibrahim. Di RS Polri juga tak ada jenazah bernama Ibrahim.

Lantas ke mana Ibrahim? Detikcom telah menelusuri beberapa tempat yang ditinggali ayah empat anak itu. Namun suami dari Suci Hani itu tak berhasil ditemukan juga.

Di rumah di Desa Sempora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, detikcom hanya bisa menemui istri Ibrahim dan anak-anaknya. Sang istri juga resah dan gelisah karena sang suami tak ada kabar sejak bom di dua hotel berbintang lima itu meledak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suci terakhir bertemu Ibrahim pada 13 Juli lalu saat melepas kepergiannya menuju Jakarta untuk bekerja. Ibrahim bekerja sebagai florist di perusahaan perangkai bunga yang disewa Ritz-Carlton. Memang, Ibrahim selalu pulang dua minggu sekali ke Kuningan.

Detikcom juga mendatangi sebuah rumah di Cililitan Kecil, Jakarta Timur. Ibrahim pernah tinggal bersama orangtua dan kakaknya cukup lama di rumah itu. Setelah menikah dengan Suci, Ibrahim juga sempat tinggal di rumah ini. Beberapa anak Ibrahim juga dilahirkan di rumah ini.

Tapi rumah berlantai dua di Cililitan itu saat ini sudah berantakan. Rumah bercat putih yang sudah sarat dengan sarang laba-laba dan kecoa itu tak ditinggali sejak 2007. Kabarnya polisi sempat menggeledah rumah ini dua hari lalu. Ibrahim benar-benar tak terendus lagi di rumah ini.

Beberapa misteri di rumah ini muncul. Ada dua kaligrafi kalimat bahasa Arab di dinding rumah. Tulisan yang sebenarnya biasa bagi kaum yang pernah belajar di pesantren atau orang-orang yang taat beribadah. Namun, 'semboyan jihad' itu bisa jadi diartikan lain oleh polisi atau orang awam.

Di rumah itu juga ada gambar dua gedung bertingkat yang digambarkan seperti terbakar. Ada juga kaos bertuliskan Ritz-Carlton yang digantung. Entah apa maksud dari semua ini. Apakah si pembuat gambar itu adalah Ibrahim? Atau ada pihak tertentu yang merekayasa? Entahlah.

Detikcom juga telah mendatangi rumah kontrakan Ibrahim di Jalan Eks Auri, Kuningan, Jakarta Selatan. Namun, di kontrakan yang tak jauh dari The Ritz-Carlton itu, Ibrahim juga tak ada. Salah seorang tetangganya menginformasikan Ibrahim sudah tidak terlihat sejak dua bulan.

Di kontrakan bercat biru itu, Ibrahim juga tak berlama-lama bila datang. Dia datang sebentar, kemudian pergi lagi. Oleh tetangga kontrakan, Ibrahim dikenal sebagai orang yang taat ibadah dan sering pergi ke masjid di dekat kontrakan.

Lantas di mana Ibrahim? Masih misterius. Karena misterius inilah, ada dugaan Ibrahim sudah berada di tangan polisi. Kalau isu itu benar, alasan apa dia diamankan polisi?

Sumber detikcom mengatakan sudah bisa dipastikan ada keterlibatan orang dalam pada kasus bom yang menewaskan 9 orang itu. Bisa jadi, Ibrahim menjadi salah satu orang dalam yang dicurigai, meski Ibrahim sudah dipastikan bukanlah pelaku bom bunuh diri.

Polisi masih memutar otak untuk melakukan investigasi bagaimana bahan peledak, rangkaian bom, serta ratusan baut dan mur bisa masuk ke dalam hotel. Satu-satunya celah, bahan-bahan itu bisa masuk lewat pintu belakang, yang sering digunakan mobil pengangkut bunga. Tidak ada pengamanan ketat di pintu belakang. Apalagi bila pegawai Ritz atau tenaga outsource yang bekerja di hotel itu masuk pintu belakang, termasuk folrist, tentu tak akan diperiksa.

Yang menguatkan bahwa bahan-bahan bom diselindupkan melalui rangkaian bunga ke kamar 1808 JW Marriott diketahui dari adanya sampah bunga di kamar itu. Perusahaan perangkai bunga yang disewa Ritz-Carlton, disewa juga oleh Marriott. Jadi, florist di Ritz-Carlton juga masuk dengan leluasa ke Marriott tanpa ada hambatan.

Tapi benarkah bom diselundupkan lewat rangkaian bunga? Hingga saat ini belum ada kepastian. Bukti kuat yang mengarah ke sana juga belum begitu terang.

Yang jelas, hilangnya Ibrahim masih jadi tanda tanya hingga hari ini, Kamis (23/7/2009). Sudah jamak diketahui orang, bila ada seseorang yang tiba-tiba hilang setelah ada ledakan bom, bisa jadi orang itu diamankan polisi untuk kepentingan penyelidikan. Dan polisi tak akan berkoar-koar hingga penyelidikan selesai. Apakah Ibrahim mengalami kebiasaan seperti itu karena diduga sebagai orang dalam yang terlibat?
(asy/mok)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads