"Dalam hal ini dua-duanya nggak ada yang salah, SBY nggak salah, media nggak salah," ahli komunikasi dari LIPI Prof Rusdi Muchtar MA dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (23/7/2009).
Rusdi tidak bisa menyalahkan SBY yang dianggap sebagian orang telah mencampuradukkan antara ledakan bom dengan pilpres. Ledakan tersebut memang sangat berdekatan dengan suasana pilpres yang baru saja dilewati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai penilaian dikaitkan dengan pilpres, Rusdi merasa itu adalah masalah interpretasi. Tergantung bagaimana orang mendengar kalimatnya.
Meski begitu, ia menilai SBY terlalu terburu-buru dalam membuat statemen seperti itu. Pihak selanjutnya, media juga dikritisi karena terlampau gampang dalam mengkaitkan sesuatu.
"Kesalahan SBY terlalu terburu-buru, kesalahan media langsung mengkaitkan," ungkapnya.
Rusdi menjelaskan, persoalan ini sebaiknya tak usah lagi dibesar-besarkan. Masyarakat, diprediksi Rusdi, juga dengan cepat akan segera melupakan persoalan ini.
Sementara itu, menurut pengamat politik LIPI Lili Romli, media massa, sebagai pihak yang menyebarkan, harus mengklarifikasi hal tersebut. "Klarifikasi dari media diperlukan, apakah benar merasa menyudutkan SBY atau tidak," kata Lili.
(mok/nrl)











































