Bara: SBY Tak Sebut Nama, Mengapa Harus Ada yang Merasa Terpojok?

Polemik Pidato SBY Soal Bom

Bara: SBY Tak Sebut Nama, Mengapa Harus Ada yang Merasa Terpojok?

- detikNews
Kamis, 23 Jul 2009 02:45 WIB
Bara: SBY Tak Sebut Nama, Mengapa Harus Ada yang Merasa Terpojok?
Jakarta - Kontroversi pidato Presiden SBY yang mengaitkan peristiwa peledakan bom Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton dengan momen pilpres membuat cawapres Prabowo Subianto berencana menempuh jalur hukum. Prabowo diminta untuk mengurungkan niat tersebut jika memang tidak melakukannya.

"Kalau tidak melakukan seharusnya tidak perlu merasa terpojokkan," kata Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Sukes SBY-Boediono Bara Hasibuan kepada detikcom, Rabu (22/7/2009) malam.

Bara mengatakan dalam pidato presiden 17 Juli lalu tidak menyebutkan nama atau kelompok secara spesifik mengenai pelaku peledakan yang menewaskan 9 orang tersebut.

"Presiden tidak menyebut nama, jadi mengapa harus merasa terpojokkan? Justru kalau merasa berarti ada sesuatu," kata Bara.

Mengenai pengungkapan presiden tentang adanya pihak-pihak yang akan mengacaukan hasil pemilu, menurut Bara hal itu merupakan kewajiban seorang kepala negara untuk menyampaikannya kepada publik.

"Seperti pengungkapan akan ada pendudukan KPU, hasil pemilu tidak legitimate dan sebagainya itu memang kewajiban presiden untuk menyampaikannya ke publik," paparnya. (mpr/mok)


Berita Terkait