Demikian komentar capres SBY atas polemik pidatonya soal ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton selaku Presiden RI. Dia menyampaikan hal tersebut dalam rakornas Partai Demokrat (PD), di Gedung JIEC Kemayoran, Jakarta, Rabu (22/7/2009).
"Ini bukan rahasia negara. Ini bukan military secret. Ini bukan top secret. Rahasia ya bagi yang hendak lakukan tindakan itu," tegas dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya kita hadapi ancaman serius, yakni terorisme. Kalau tidak kita cegah dan biarkan, akan mengganggu rasa aman tentram rakyat dan keamanan negara," tandas SBY.
Lebih lanjut SBY menyatakan dirinya tidak mengada-ada dengan adanya ancaman pembunuhan yang foto hasil intelejen dia paparkan pekan lalu itu. Proses hukum atas kasus itu sudah berjalan dan pada saatnya pengadilan akan mengungkap semuanya.
"Kejadiannya Mei 2009. Ada yang bilang 'ooo...itu foto 2004', ini 2009. Ini laporan hasil intelijen. Saya lakukan itu untuk berjaga-jaga," imbuh SBY.
(lh/mok)











































