Demikian disampaikan Sunardi, Ketua RT 04/ RW 01, Dusun Santrean, Desa Sumberejo, Kecamatan/Kota Batu, Malang, Jawa Timur, kepada detikcom, Rabu (22/7/2009). Hendrawan pernah mengontrak rumah Sunardi.
Hendrawan mengontrak rumah Sunardi selama 6 bulan sejak Juni 2008 silam. Menurut Sunardi, Hendrawan mengontrak atas saran anak lelakinya yaitu Kurniawan (29), yang juga berprofesi sebagai penjual bunga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka datang dengan baik-baik. Kami tidak curiga apapun. Kami juga meminta surat pindah kepada Pak Hendra (panggilan Hendrawan) dari rumahnya di perumahan Citra Pesona Buring Raya, Blok D-VI/18
Kelurahan Wonokoyo Kecamatan Kedungkandang Kota Malang," ujar Sunardi.
Setelah itu juga Sunardi kemudian membuatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk Hendrawan. Setiap harinya, kata Sunardi, Hendrawan bersama istrinya banyak menghabiskan waktu di stand toko bunganya di kawasan Villa Songgoriti yang berjarak kurang lebih 5 kilometer dari rumah Sunardi.
Keluarga Sunardi sendiri mempercayai Hendrawan untuk tinggal dan membuatkan KTP. Setelah Hendrawan membuat surat pindah dengan alasan jelas. Selain itu, Hendrawan mengaku sebagai dosen dengan sekolah terakhir pendidikan di perguruan tinggi di luar negeri.
"Mereka bangun subuh setiap hari untuk salat di masjid. Setelah itu berangkat ke stand toko bunga di Songgoriti. Baru kembali nanti malam sekitar pukul 8 malam. Begitu terus setiap hari rutinitas mereka," ungkap Sunardi.
Selain itu, lanjut Sunardi, sang istri Najwa juga mempunyai kesibukan lain yaitu memberi bimbingan les privat bahasa Inggris kepada dua anak warga setempat setiap hari Selasa dan Rabu.
(gik/iy)











































