Setiap pulang dari kampungnya, Ibrahim selalu membawa tas ransel ke tempatnya bekerja. "Tapi waktu ditanya, apa isinya, cuma baju katanya," kata seorang karyawan florist yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan di Kuningan, Jaksel, Rabu (22/7/2009).
Tak ada kecurigaan dari teman kerjanya terhadap Ibrahim. Mereka hanya mengira isi tas tersebut hanyalah pakaian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketatnya pemeriksaan sekuriti pun tidak memungkinkan Ibrahim untuk membawa
bahan peledak. Setiap karyawan pun tak luput dari pemeriksaan.
"Kita diperiksa dulu barang bawaan kita. Tas kita juga. Tapi cuma dilihat-lihat saja, tidak pernah dikeluarkan isinya," urainya.
Di pintu masuk Ritz-Carlton, karyawan disediakan pintu khusus. Di situlahย Ibrahim dan temannya yang lain diperiksa jika hendak memasuki gedung tersebut.
Tidak hanya terhadap pengunjung, karyawan hotel pun setiap masuk melalui metal detector. "Ada juga (metal detector)," jelasnya.
"Badan kita juga diperiksa depan dan belakang," lanjutnya.
Mungkinkah Ibrahim yang membawa bom ke dalam hotel? "Kayaknya nggak mungkin
deh," pungkasnya.
(mei/nwk)











































